<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>TEOLOGI</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/18" rel="alternate"/>
<subtitle>Repositori milik Jurusan TEOLOGI</subtitle>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/18</id>
<updated>2026-10-25T14:54:38Z</updated>
<dc:date>2026-10-25T14:54:38Z</dc:date>
<entry>
<title>Mengembangkan Karakter Kristiani: Menuju Kampus Unggul dan Profesional</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4115" rel="alternate"/>
<author>
<name>Komala Sari, M.Th</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4115</id>
<updated>2026-09-15T04:36:12Z</updated>
<published>2025-05-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Mengembangkan Karakter Kristiani: Menuju Kampus Unggul dan Profesional
Komala Sari, M.Th

</summary>
<dc:date>2025-05-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Persepuluhan dan Penggunaannya Menurut Perjanjian Lama dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4110" rel="alternate"/>
<author>
<name>WILSON,D.Th</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4110</id>
<updated>2026-09-15T04:36:05Z</updated>
<published>2020-08-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Persepuluhan dan Penggunaannya Menurut Perjanjian Lama dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini
WILSON,D.Th
Persembahan Persepuluhan pada hakikatnya adalah milik Allah. Premis ini tertulis
dalam Alkitab: “… segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di
tanah maupun dari buah pohon-pohonan … lembu sapi atau kambing domba … harus
menjadi persembahan kudus bagi Tuhan” (Imamat 27:30-23). Karena itu orang yang tidak
memberikannya atau menggunakannya dengan benar adalah penipu, dan pencuri milik
Tuhan.
Persepuluhan dapat dimengerti dengan benar dengan memperhatikan ajaran Alkitab,
khususnya Perjanjian Lama. Hal itu juga harus merujuk pada konteksnya bahwa Perjanjian
Lama secara eksklusif bagi orang Yahudi. Dalam peraturan keagamaan Yahudi dikenal
pengklasifikasian persepuluhan ke dalam tiga jenis, yaitu: Pertama, persepuluhan yang
dihitung 10% dari semua penghasilan (Bilangan 18:26-28); kedua, persepuluhan pesta
(Ulangan 12); ketiga, persepuluhan tahun ketiga, yang oleh John F. Mac Arthur disebut
“program orang miskin atau program kesejahteraan (Ulangan 14:28-29)
</summary>
<dc:date>2020-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Rumah Panjai (Filosofi Manusia Dayak)</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4109" rel="alternate"/>
<author>
<name>WILSON,D.Th</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4109</id>
<updated>2026-09-15T04:36:03Z</updated>
<published>1019-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Rumah Panjai (Filosofi Manusia Dayak)
WILSON,D.Th
Rumai panjai,(awak kitai bediau) memiliki filosofi yang disebut “filosofi Dayak” atau “the way of life Dayak ”.  Filosofi hidup manusia Dayak (haring dayak) tercermin secara utuh mulai dari letak (posisi) rumah panjai, hulu (ulu) searah matahari terbit, dan hilir (ilik) searah matahari terbenam, yang mengandung nilai kehidupan dan kematian; simbol hidup, kerja, dan perjuangan yang dimulai dari terbit matahari di ufuk timur, dan sampai matahari terbenam di barat.  Sehingga, warga rumah panjai dalam kesatuan geneologis akan membuktikan naluri hidup bersama dan saling menjaga; kesatuan religius menyediakan pikiran dan perilaku religio-magis dengan menempatkan setiap warga rumah panjai memiliki kedudukan serta hak yang sama; kesatuan sosiologis mewajibkan hidup “bejalai bepegai betungkat ke adat, tinduk bepangal ke pengingat; atau betungkat ke adat basa, bepegai ke pengatur pekara”; kesatuan ekonomi menyediakan semangat gotong-royong disemua lini kehidupan; kesatuan politik mewajibkan ketaatan pada pemimpin tertinggi (tuai rumah panjai); kesatuan pendidikan (traditional indigenous knowledge, dan oral traditional). 
Rumai panjai (alai kitai bediau, hari ini secara fisik dapat berupa kenangan saja, karena ada suatu masa rumah panjai hanya dianggap sesuatu yang kurang higienis, rentan kebakaran, dan salah satu penghambat pembinaan dan pengembangan masyarakat modern. Tetapi, filosofi Dayak tidak akan mati, karena merupakan “daur kehidupan” Dayak sepanjang jaman, dulu, sekarang dan akan datang.
</summary>
<dc:date>1019-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dasar-Dasar Administrasi dan Manajemen Gereja</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4108" rel="alternate"/>
<author>
<name>WILSON,D.Th</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4108</id>
<updated>2026-09-15T04:36:01Z</updated>
<published>2017-11-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dasar-Dasar Administrasi dan Manajemen Gereja
WILSON,D.Th
Keinginan untuk melaksanakan administrasi dan
manajemen yang benar sebagai landasan di setiap kegiatan sangat membantu bagi setiap pemangku jabatan
yang ada di Gereja seperti Pendeta, Diaken dan Penatua, Badan Pengurus Harian (BPH) Gereja, maupun
bagi pejabat lain yang ada di dalam Gereja, sehingga
apabila di dalam kegiatan Gereja tidak sesuai dengan
ketentuan dan aturan yang sudah ditetapkan menjadikan kegiatan tersebut kurang bermakna bagi pelayanan. Komitmen bagi setiap pejabat Gereja apabila sudah
disosialisaikan terhadap jemaat akan semakin diketahui
dan menjadi budaya organisasi yang semakin mematuhi
terhadap setiap peraturan tanpa harus dipaksakan.
Kepatuhan terhadap administrasi dan manajemen
Gereja bukan berarti makna administrasi dan manajemen Gereja akan membatasi setiap langkah dan ruang
gerak pelayanan Gereja, namun apabila dapat lebih
dikembangkan justru akan mendatangkan manfaat
yang lebih besar dalam organisasi Gereja itu sendiri
sehingga pengelolaan Gereja akan semakin terbangun
dan lebih berkembang.
Gereja sebagai sebuah organisasi sosial keagamaan yang memiliki sifat sangat rohani, dari bermacammacam aliran dan bentuknya, merupakan tempat atau wadah setiap kegiatan yang ada dalam suatu sistem organisasi yang harus dikelola secara baik menggunakan pola-pola yang standar
</summary>
<dc:date>2017-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
