<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Jurnal KADESI</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/480" rel="alternate"/>
<subtitle>Jurnal KADESI Repository</subtitle>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/480</id>
<updated>2026-05-27T18:40:22Z</updated>
<dc:date>2026-05-27T18:40:22Z</dc:date>
<entry>
<title>Kompetensi Penatua dan Diaken Berdasarkan 1 Timotius 3:1-13 Di Kalangan Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Resort Palangka Raya</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/586" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dr. AGUS SURYA, M.Th</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/586</id>
<updated>2026-05-13T02:53:33Z</updated>
<published>2019-06-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kompetensi Penatua dan Diaken Berdasarkan 1 Timotius 3:1-13 Di Kalangan Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Resort Palangka Raya
Dr. AGUS SURYA, M.Th
Dr. AGUS SURYA, M.Th
Tingginya standar komperensi penatua dan diaken yang disyaratkan oleh Rasul Paulus dalam I Timotius 3:1-13, disebabkan adanya pengaruh guru-guru palsu yang telah mencengkram kehidupan gereja di Efesus dengan ajaran palsunya. Akibatnya. jemaat berprilaku yang tidak pantas satu terhadap yang lain, doktrin-doktrin yang tidak sehat dan tidak masuk akal diajarkan, orang-orang yang tidak rnemiliki kompetensi dipilih menjadi pemimpin gereja. ltu sebabnya, dalam Surat I Tirnotius 3, Paulus menetapkan prinsip-prinsip struktur sosial atau tata tertib yang benar ( 1 Tim. 3: 14-15). dan terutama tentang persyaratan karakter moral para penatua dan diaken (1 Tim. 3:1-13). Kompetensi merupakan suatu karakteristik yang mendasari kemampuan atau kapasitas (kombinasi antara pengetahuan, keterampilan/kecakapan, moral dan sikap/kepribadian) yang harus dimiliki, oleh seorang penatua dan diaken yang dapat meningkatkan kinerja pelayanannya sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan gereja yang dilayaninya. Berdasarkan surat I Timotius 3:1-7, ada enam (6) kompetensi penatua,yakni: Kompetensi Moral, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Kepemimpinan, Kompetensi Spiritual, dan Kompetensi Sosial. Sedangkan Kompetensi Diaken berdasarkan 1 Timotius 3:8-13, ada 5 Kompetensi, yakni: kompetensi penatua, yakni: Kompetensi Moral, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Kepemimpinan, Kompetensi Spiritual, dan Kompetensi Sosial. Perekrutan atau pemilihan seseorang Penatua dan Diaken dalam jabatan gerejawi, tidaklah sembarangan, harus ada persyaratannya. Tata Gereja dan Tata Laksana Gereja Kalimantan Evangelis, dalam pasal 3, tentang Syarat-syarat Penatua dan Diaken. Adapun rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1) Berapa besar kecenderungan implementasi Kompetensi Penatua dan Diaken Berdasarkan Surat I Timotius 3:1-13 di Kalangan Jemaat GKE, Resort Palangka Raya ? 2) Dimensi manakah yang dominan menentukan implementasi Kompetensi Penatua dan Diaken Berdasarkan Surat I Timotius 3: 1-13 di Kalangan Jemaat GKE, Resort Palangka Raya ? 3) lndikator manakah yang dominan menentukan implementasi Kompetensi Penatua Berdasarkan Surat I Timotius 3: 1-7 di Kalangan Jemaat GKE, Resort Palangka Raya? 4) Jndikator manakah yang dominan menentukan implementasi Kompetensi Diaken Berdasarkan Surat I Timotius 3 : 8 - 13 di Kalangan Jemaat GKE, Resort Palangka Raya?. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : I) Kecenderungan implementasi penatua dan diaken dilingkungan jemaat GKE Resort Palangka Raya berdasarkan surat I Timotius 3:1-13 dalam kategori sedang. Dengan demikian, maka hipotesis pertama dalam penelltiau ini dapat diterirna. 2) Dimensi yang dominan dalam mengimplementasl Kompetensi Penatua dan Diaken rnenurut surat I Timotius 3:1-13, dilingkungan jemaat GKE resort Palangka Raya adalah Kompetensi Penatua. 3) lndikator yang dominan menentukan implementasi Kompetensi Penatua Berdasarkan Surat 1 Timotius 3:1-7 di Kalangan Jemaat GKE, Resort Palangka Raya adalah Kompetensi Kepribadian. 4) lndikator yang dominan menentukan implementasi Kompetensi Diaken Berdasarkan Surat 1 Timotius 3 : 8 - 13 di Kalangan Jemaat GKE, Resort Palangka Raya adalah Kompetensi Kepemimpinan. Kesimpulan dari penelitian ini, sebagai berikut : 1) Kecenderungan implementasi penatua dan diaken di kalangan jemaat GKE resort Palangka Raya berdasarkan surat 1 Timotius 3: 1-13 ada pada katcgori "sedang''. atau dengan kata lain bahwa Kecenderungan implementasi Kompctensi Pcnatua dan Diaken Berdasarkan I Timotius 3 : 1-13 di Kalangan Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Resort Palangka Raya cukup terimplementasi secara signifikan pada a 0,05. 2) Dimensi yang paling dominan dalam implementasi Kompetensi Penatua dan Diaken Berdasarkan 1 Timotius 3 : I - 13 di Kalangan Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Resort Palangka Raya adalah Kompetensi Penatua. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis menggunakan Regresi linier yang menyatakan Dimensi Kompetensi Penatua memiliki nilai determinasi tertinggi yaitu 0,954 dengan kontribusi terhadap endogenous variabel sebesar 91, I %. 3) lndikator yang paling dominan menentukan implementasi Kompetensi Diaken Berdasarkan I Timotius 3 : I - 7 di Kalangan Jemaat Gereja Kalimantan Ev Palangka Raya. lndikator Kompetensi kepribadian Penatua (i2) temyata diterima. M determinasi tertinggi yaitu 0,954 dengan kontribusi terhadap endogenous variabel s 4) lndikator yang paling dominan menentukan implementasi Kompetensi Diaken B Timotius 3 : 8 - 13 di Kalangan Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Resort P lndikator Kompetensi kepemimpinan Diaken (i3) temyata ditolak. Sebab, dari menggunakan Regresi tinier yang menyatakan indikator Kompetensi kepribadian merniliki nilai determinasi tertinggi yaitu 0,933 dengan kontribusi terhadap endogenous variabel sebesar 87 %.
</summary>
<dc:date>2019-06-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
