<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/533" rel="alternate"/>
<subtitle>Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Repository</subtitle>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/533</id>
<updated>2026-05-22T10:04:39Z</updated>
<dc:date>2026-05-22T10:04:39Z</dc:date>
<entry>
<title>Realitas Sosial Pernikahan Beda Agama pada Masyarakat Suku Dayak Ngaju di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/535" rel="alternate"/>
<author>
<name>Desi Natalia, M.Si</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/535</id>
<updated>2025-10-19T15:17:31Z</updated>
<published>2020-08-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Realitas Sosial Pernikahan Beda Agama pada Masyarakat Suku Dayak Ngaju di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Desi Natalia, M.Si
Desi Natalia, M.Si
Praktik perkawinan beda agama telah terjadi pada masyarakat Dayak Ngaju dengan bermacam pertimbangan dan alasan. Alasan yang hampir sama antara lain terjadi atas dasar cinta, hamil sebelum menikah, dan adanya pemikiran bahwa hanya dia pasangan yang cocok. Perkawinan beda agama tidaklah mudah menyatukan pikiran dan kehendak bersama dalam sebuah perkawinan yang ideal. Hal ini dikarenakan pasangan perkawinan beda agama membutuhkan pengertian, kesabaran dan kesetiaan yang sangat tinggi dalam menjalankan kehidupan perkawinan mereka sebagai upaya membangun toleransi yang tinggi terhadap perbedaan-perbedaan yang terjadi di antara mereka melalui kesepakatan dan komitmen bersama. Fenomena yang tak bisa dihindari. Hal ini nampak pada pasangan yang menikah beda agama dengan dilatarbelakangi oleh pengalaman emosional bersama. Melalui kesepakatan ini, maka diperlukan komitmen bersama untuk melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab sebagai salah satu bentuk mengasihi Tuhan dan sesama (Matius 22:37-40).
</summary>
<dc:date>2020-08-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Realitas Sosial Pernikahan Beda Agama pada Masyarakat Suku Dayak Ngaju di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/534" rel="alternate"/>
<author>
<name>Desi Natalia, M.Si</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/534</id>
<updated>2025-10-19T15:17:29Z</updated>
<published>2020-08-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Realitas Sosial Pernikahan Beda Agama pada Masyarakat Suku Dayak Ngaju di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Desi Natalia, M.Si
Desi Natalia, M.Si
Praktik perkawinan beda agama telah terjadi pada masyarakat Dayak Ngaju dengan bermacam pertimbangan dan alasan. Alasan yang hampir sama antara lain terjadi atas dasar cinta, hamil sebelum menikah, dan adanya pemikiran bahwa hanya dia pasangan yang cocok. Perkawinan beda agama tidaklah mudah menyatukan pikiran dan kehendak bersama dalam sebuah perkawinan yang ideal. Hal ini dikarenakan pasangan perkawinan beda agama membutuhkan pengertian, kesabaran dan kesetiaan yang sangat tinggi dalam menjalankan kehidupan perkawinan mereka sebagai upaya membangun toleransi yang tinggi terhadap perbedaan-perbedaan yang terjadi di antara mereka melalui kesepakatan dan komitmen bersama. Fenomena yang tak bisa dihindari. Hal ini nampak pada pasangan yang menikah beda agama dengan dilatarbelakangi oleh pengalaman emosional bersama. Melalui kesepakatan ini, maka diperlukan komitmen bersama untuk melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab sebagai salah satu bentuk mengasihi Tuhan dan sesama (Matius 22:37-40).
</summary>
<dc:date>2020-08-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
