<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>JP3M (Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Pemberdayaan Masyarakat</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/651" rel="alternate"/>
<subtitle>JP3M (Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Pemberdayaan Masyarakat Repository</subtitle>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/651</id>
<updated>2026-05-28T00:17:11Z</updated>
<dc:date>2026-05-28T00:17:11Z</dc:date>
<entry>
<title>JATI DIRI PENDIDIKAN KEANTARBUDAYAAN 
(KAJIAN FILOSOFIS DAN PRAKSIS PLURALISME MELALUI PENDEKATAN ETNOPEDAGOGIK )</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/660" rel="alternate"/>
<author>
<name>CHRIS APANDIE,M.Pd</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/660</id>
<updated>2025-10-19T15:18:52Z</updated>
<published>2019-12-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">JATI DIRI PENDIDIKAN KEANTARBUDAYAAN 
(KAJIAN FILOSOFIS DAN PRAKSIS PLURALISME MELALUI PENDEKATAN ETNOPEDAGOGIK )
CHRIS APANDIE,M.Pd
CHRIS APANDIE,M.Pd
Jati diri pendidikan multikultural adalah konsep pembelajaran berbasis etnopedagogik dengan pendekatan sosial budaya. Dimensi ini menunjukkan kesadaran akan keanekaragaman ide dan implementasinya yang dapat ditemukan dalam masyarakat di bumi ini, bagaimana konsepsi ini dipikirkan dan dipraktikan di setiap negara serta cara menerapkan mozaik pemikiran orang yang beragam ditinjau dari sudut budaya. Perbedaan budaya inilah membuat kesadaran lintas budaya adalah alasan utama untuk memahami sesama dala perspektif global. Ketika seseorang menerima sifat manusia dari sekelompok orang, keunikan budaya atau praktiknya tidak terasa teralienasi dan pada akhirnya menciptakan rasa saling percaya dan toleransi.
</summary>
<dc:date>2019-12-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>WARGA NEGARA DI MASA PANDEMI: PERSPEKTIF CIVIC VIRTUE (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI KOMUNITAS PELAYANAN GBI ANUGERAH KOTA PALANGKA RAYA)</title>
<link href="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/652" rel="alternate"/>
<author>
<name>CHRIS APANDIE,M.Pd</name>
</author>
<id>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/652</id>
<updated>2025-10-19T15:17:41Z</updated>
<published>2021-03-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">WARGA NEGARA DI MASA PANDEMI: PERSPEKTIF CIVIC VIRTUE (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI KOMUNITAS PELAYANAN GBI ANUGERAH KOTA PALANGKA RAYA)
CHRIS APANDIE,M.Pd
CHRIS APANDIE,M.Pd
Pandemi Covid-19 telah mengubah struktur sosial ekonomi masyarakat yang selama ini telah melekat dan terbentuk. Hampir semua sektor kehidupan yang terdampak pandemi mengakibatkan pola pikir masyarakat juga berubah demikian cepat dan cenderung dipaksa. Dari latar belakang kondisi masyarakat di masa pandemi, kemudian didasarkan pada analisis situasi di komunitas pelayanan GBI Anugerah Kota Palangka Raya, didapatkan identifikasi permasalahan dari perspektif warga negara dan civic virtue, yaitu 1) mindset warga negara yang kurang adaptif di masa pandemi; 2) belum adanya pemberdayaan masyarakat yang tepat yang diterapkan di komunitas pelayanan GBI Anugerah Kota Palangka Raya. Dengan demikian kosntruk pemikiran perlu dilakukan terutama ditarik dari perspektif civic virtue sebagai kacamata ‘tugas warga negara’ di masa pandemi. Dalam artian berbagai kesulitan dan kondisi yang tidak stabil telah menjadikan panggilan tugas sesama warga negara dalam bingkai masyarakat Indonesia untuk memiliki kepekaan yang sama agar bahu membahu di masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19. Metode pengabdian berbasis riset yang dilakukan ialah berbasis pada Asset-Based Community Development (ABCD). Hasil pengabdian berbasis riset ini menekankan pada partisipasi aktif komunitas warga negara, diperkuat dengan pengelolaan aset yang dimiliki masyarakat sehingga masyarakat mampu mengerahkan daya upaya, aset dan potensi yang dimilikinya untuk bertahan di masa sulit akibat dampak pandemi Covid-19. Telaah lebih jauh dalam perspektif civic virtue dan konstruk Pendidikan Kewarganegaraan di masyarakat, maka pembahasan ini bermuara pada tiga temuan penting, yaitu 1) Pola pikir adaptif Warga Negara di Masa Pandemi; 2) Urgensi Pemberdayaan Warga Negara di Masa Pandemi; 3) Realita dan Solusi Konseptual Warga Negara di Masa Pandemi: Penguatan Civic Virtue.
</summary>
<dc:date>2021-03-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
