<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/487">
<title>Jurnal Danum Pambelum</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/487</link>
<description>Jurnal Danum Pambelum Repository</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/608"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/606"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/494"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/489"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-27T20:13:37Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/608">
<title>KERUKUNAN BERAGAMA DI INDONESIA(SUATU TINJAUAN ETIS TERHADAP KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI DESA BUKIT RAWI KABUPATEN PULANG PISAU -KALIMANTAN TENGAH)</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/608</link>
<description>KERUKUNAN BERAGAMA DI INDONESIA(SUATU TINJAUAN ETIS TERHADAP KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI DESA BUKIT RAWI KABUPATEN PULANG PISAU -KALIMANTAN TENGAH)
Dr. STYNIE NOVA TUMBOL,S.Si.Teol.M.Th
Dr. STYNIE NOVA TUMBOL,S.Si.Teol.M.Th
Indonesian rich with diversity of culture, relipion, etnic, lanpunye and other. This Nation should he diversity become a string resource for Indonesian become &amp; big nation. Unfortunithy this unic nation with is diversity day by day show“ iny that topether make munuun in relyon. Leam from Bukit Rawi village in Central Borneo where people still together and respect with cach other between different belivers, s0 peacefulncss and happiness of people created withouts unaflcetcd with situation that happen now a day.
</description>
<dc:date>2016-12-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/606">
<title>Kajian Historis Kritis Kedudukan dan Tugas Perempuan Dalam Surat 1 Korintus 14:34 Bagi Gereja Masa Kini</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/606</link>
<description>Kajian Historis Kritis Kedudukan dan Tugas Perempuan Dalam Surat 1 Korintus 14:34 Bagi Gereja Masa Kini
Dr. STYNIE NOVA TUMBOL,S.Si.Teol.M.Th
Dr. STYNIE NOVA TUMBOL,S.Si.Teol.M.Th
Kehidupan sosial masyarakat pada konteks surat 1 Korintus mengenai kedudukan dan tugas perempuan dan laki-laki tidaklah terlepas dari nuansa budaya patriarki, yaitu budaya yang mendominasikan kaum laki-laki sebagai kepala. Laki-laki selalu dipandang sebagai sosok yang kuat dan berkuasa, dan perempuan dipandang sosok yang lemah dan berada di bawah kuasa laki-laki . Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kajian historis kritis 1 Korintus 14:34 dan mengetahui kedudukan dan tugas perempuan bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskrisptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kaum perempuan pada masa jemaat Korintus, dipandang sebagai sosok yang tidak memproleh pendidikan dan pengetahuan, sehingga kaum perempuan dipandang sebagai kaum yang lemah. Namun pada konteks masa kini, perempuan tidak lagi dipandang sebagai sosok yang lemah yang tidak mempunyai pendidikan. Sudah banyak sektor kehidupan yang dipegang oleh tokoh-tokoh perempuan, bahkan perempuan dipandang sebagai sosok yang mempunyai kebijaksaan dalam melakukan tugas yang ditekuninya.
</description>
<dc:date>2022-11-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/494">
<title>Tinjuan Teologis Praktis Terhadap Pelayanan Diakonia Di Pelayanan Cabang GBI Anugerah Palangkaraya Wilayah Kereng Kelurahan Sabaru</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/494</link>
<description>Tinjuan Teologis Praktis Terhadap Pelayanan Diakonia Di Pelayanan Cabang GBI Anugerah Palangkaraya Wilayah Kereng Kelurahan Sabaru
Dr.KAROLINA, S.Th.,M.Si
Dr.KAROLINA, S.Th.,M.Si
Gereja adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, yang berada dalam dunia dan yang harus berdampak positif bagi dunia. Gereja memiliki tiga tugas yang dikenal dengan “Tri Tugas Panggilan Gereja”, yaitu, Persekutuan (Koinonia), Kesaksian (Marturia) dan Pelayanan (Diakonia). Salah satu tugas panggilan gereja yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah diakonia. Ada banyak warga jemaat yang ada di pelayanan cabang GBI “Anugerah” Palangka Raya wilayah Kereng, kelurahan Sabaru, kecamatan Sabangau ini yang hidup dalam kekurangan secara finansial. Hal inilah yang menggugah koordinor pelayanan diakonia GBI “Anugerah” Palangkaraya untuk membuka pos pelayanan di daerah ini dengan nama Pos PI “Anugerah Ministry”, sebagai pelayanan cabang GBI “Anugerah” Palangkaraya.
</description>
<dc:date>2023-05-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/489">
<title>Berteologi Feminis Lewat Budaya Populer Film Animasi Disney “Tangled”</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/489</link>
<description>Berteologi Feminis Lewat Budaya Populer Film Animasi Disney “Tangled”
PRIBADYO PRAKOSA, S.Si., M.Si.Teol
PRIBADYO PRAKOSA, S.Si., M.Si.Teol
Budaya populer sering disebut sebagai budaya massa yang dibesarkan oleh media. Sebagai budaya massa, budaya populer tidak luput dari sikap negatif terhadap perempuan sebab identik dengan selera pasar yang sebagian besar patriakhal. Produk budaya populer yang tersebar melalui media membentuk citra perempuan masa kini yang mengeksploitasi misalnya lewat film maupun iklan. Dalam sejarahnya budaya populer memiliki tujuan untuk memberdayakan perempuan. Mengembalikan roh budaya populer sebagai bagian perjuangan perempuan mendapat kesetaraan adalah sebuah keniscayaan sebab melalui produk budaya populer seperti film kritik feminis terhadap patriahki dikampanyekan. Teologi feminis adalah aliran teologi pembebasan yang menekankan kemandirian dan kebebasan perempuan dari belenggu patriakhal. Melalui film persoalan yang mendasar, bagaimana nilai-nilai feminitas yang humanis bisa dihidupkan kembali dan mendapat tempat yang layak dalam ruang publik yang selama ini berciri laki-laki baik dengan membangkitkan sensitivitas dan kesadaran gender dari laki-laki itu sendiri maupun dari kaum perempuan pula yang selama ini menghidupi nilai-nilai patriakhal.
</description>
<dc:date>2019-04-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
