<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>FAKULTAS ILMU SOSIAL KEAGAMAAN KRISTEN</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/17</link>
<description>Repositori milik Fakultas FAKULTAS ILMU SOSIAL KEAGAMAAN KRISTEN</description>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2026 14:02:20 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-25T14:02:20Z</dc:date>
<item>
<title>Peran Perempuan Lintas Agama sebagai Penjawet Rotan dalam
mengkonstruksi Identitas Kultural Masyarakat Dayak di Desa Gohong,
Kalimantan Tengah</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4118</link>
<description>Peran Perempuan Lintas Agama sebagai Penjawet Rotan dalam
mengkonstruksi Identitas Kultural Masyarakat Dayak di Desa Gohong,
Kalimantan Tengah
SHARON MICHELE O.PATTIASINA, S.Si.Teol., M.Si
SHARON MICHELE O.PATTIASINA, S.Si.Teol., M.Si

</description>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4118</guid>
<dc:date>2026-06-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Mengembangkan Karakter Kristiani: Menuju Kampus Unggul dan Profesional</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4115</link>
<description>Mengembangkan Karakter Kristiani: Menuju Kampus Unggul dan Profesional
Komala Sari, M.Th

</description>
<pubDate>Tue, 27 May 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4115</guid>
<dc:date>2025-05-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Persepuluhan dan Penggunaannya Menurut Perjanjian Lama dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4110</link>
<description>Persepuluhan dan Penggunaannya Menurut Perjanjian Lama dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini
WILSON,D.Th
Persembahan Persepuluhan pada hakikatnya adalah milik Allah. Premis ini tertulis
dalam Alkitab: “… segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di
tanah maupun dari buah pohon-pohonan … lembu sapi atau kambing domba … harus
menjadi persembahan kudus bagi Tuhan” (Imamat 27:30-23). Karena itu orang yang tidak
memberikannya atau menggunakannya dengan benar adalah penipu, dan pencuri milik
Tuhan.
Persepuluhan dapat dimengerti dengan benar dengan memperhatikan ajaran Alkitab,
khususnya Perjanjian Lama. Hal itu juga harus merujuk pada konteksnya bahwa Perjanjian
Lama secara eksklusif bagi orang Yahudi. Dalam peraturan keagamaan Yahudi dikenal
pengklasifikasian persepuluhan ke dalam tiga jenis, yaitu: Pertama, persepuluhan yang
dihitung 10% dari semua penghasilan (Bilangan 18:26-28); kedua, persepuluhan pesta
(Ulangan 12); ketiga, persepuluhan tahun ketiga, yang oleh John F. Mac Arthur disebut
“program orang miskin atau program kesejahteraan (Ulangan 14:28-29)
</description>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4110</guid>
<dc:date>2020-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Rumah Panjai (Filosofi Manusia Dayak)</title>
<link>https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4109</link>
<description>Rumah Panjai (Filosofi Manusia Dayak)
WILSON,D.Th
Rumai panjai,(awak kitai bediau) memiliki filosofi yang disebut “filosofi Dayak” atau “the way of life Dayak ”.  Filosofi hidup manusia Dayak (haring dayak) tercermin secara utuh mulai dari letak (posisi) rumah panjai, hulu (ulu) searah matahari terbit, dan hilir (ilik) searah matahari terbenam, yang mengandung nilai kehidupan dan kematian; simbol hidup, kerja, dan perjuangan yang dimulai dari terbit matahari di ufuk timur, dan sampai matahari terbenam di barat.  Sehingga, warga rumah panjai dalam kesatuan geneologis akan membuktikan naluri hidup bersama dan saling menjaga; kesatuan religius menyediakan pikiran dan perilaku religio-magis dengan menempatkan setiap warga rumah panjai memiliki kedudukan serta hak yang sama; kesatuan sosiologis mewajibkan hidup “bejalai bepegai betungkat ke adat, tinduk bepangal ke pengingat; atau betungkat ke adat basa, bepegai ke pengatur pekara”; kesatuan ekonomi menyediakan semangat gotong-royong disemua lini kehidupan; kesatuan politik mewajibkan ketaatan pada pemimpin tertinggi (tuai rumah panjai); kesatuan pendidikan (traditional indigenous knowledge, dan oral traditional). 
Rumai panjai (alai kitai bediau, hari ini secara fisik dapat berupa kenangan saja, karena ada suatu masa rumah panjai hanya dianggap sesuatu yang kurang higienis, rentan kebakaran, dan salah satu penghambat pembinaan dan pengembangan masyarakat modern. Tetapi, filosofi Dayak tidak akan mati, karena merupakan “daur kehidupan” Dayak sepanjang jaman, dulu, sekarang dan akan datang.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Apr 1019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4109</guid>
<dc:date>1019-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
