Dinamika Budaya Belom Bahadat: Studi Kasus Masyarakat Dayak Di Palangka Raya Dalam Perspektif Max Weber Dan Talcott Parson

Publikasi Unusia

Dinamika Budaya Belom Bahadat: Studi Kasus Masyarakat Dayak Di Palangka Raya Dalam Perspektif Max Weber Dan Talcott Parson

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author Desi Natalia, M.Si
dc.contributor.editor Desi Natalia, M.Si
dc.date.accessioned 2025-06-24T03:45:03Z
dc.date.available 2025-06-24T03:45:03Z
dc.date.copyright Semua hak cipta dilindungi oleh INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI PALANGKA RAYA
dc.date.issued 2024-05-01
dc.identifier.issn 1412-1395
dc.identifier.issn 2355-3529
dc.identifier.issn 2355-3529
dc.identifier.uri https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/1340
dc.description.abstract Budaya Belom Bahadat adalah norma yang diikuti oleh masyarakat Dayak di Palangka Raya. Ini adalah aturan perilaku yang mengharuskan anggota masyarakat untuk mengikuti sistem yang ada. Penelitian ini mencoba memahami bagaimana masyarakat Dayak beraksi, dengan menggunakan teori Max Weber dan Talcott Parson. Penelitian ini tidak hanya menggunakan kajian literatur, tetapi juga menggunakan kolaborasi dari hasil wawancara dan survey literature review. Beberapa kategori tindakan masyarakat Dayak menampilkan bahwa tindakan rasionalitas nilai yang mendominasi dalam tindakan masyarakat Dayak, walaupun tindakan rasionalitas instrumental, tindakan afektiva dan tindakan tradisional juga ada dalam masyarakat ini. Tindakan-tindakan ini, maka diketahui pula bahwa masyarakatmengikuti sistem sosial yang berlaku di tengah masyarakat. Dengan kata lain, anggota masyarakat-pun wajib mengikuti sistem yang berlaku di masyarakat tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat Dayak cenderung bertindak secara rasional sesuai dengan nilai-nilai budaya mereka. Mereka mengikuti sistem sosial yang ada untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan bersama manusia dan alam.Kata Kunci:Belom bahadat Afektiva Masyarakat DayakSistem kehidupanKeywords:Belom bahadatAffectiveDayak CommunityLife systemEtcAbstractBelom Bahadat culture is a norm followed by the Dayak community in Palangka Raya. These are rules of behavior that require members of society to follow the existing system. This research tries to understand how the Dayak people act, using the theories of Max Weber and Talcott Parson. This research not only uses literature review, but also uses collaboration from the results of interviews and literature review surveys. Several categories of Dayak people's actions show that value rationality dominates Dayak people's actions, although instrumental rationality, affective actions and traditional actions also exist in this society. With these actions, it is also known that society follows the social system that applies in society. In other words, members of society are also obliged to follow the system that applies in that society. The results show that Dayak people tend to act rationally in accordance with their cultural values. They follow the existing social system to create balance in life with humans and nature.
dc.language Indonesia
dc.publisher INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI PALANGKA RAYA
dc.subject Belom bahadat, Afektiva Masyarakat Dayak, Sistem kehidupan
dc.title Dinamika Budaya Belom Bahadat: Studi Kasus Masyarakat Dayak Di Palangka Raya Dalam Perspektif Max Weber Dan Talcott Parson
dc.type Anterior Jurnal


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat

Tidak ada file yang diasosiasikan dengan item ini.

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya