Relasi Islam-Dayak
Tampilkan catatan item sederhana
| dc.contributor.author |
WILSON,D.Th |
|
| dc.date.accessioned |
2026-09-15T04:35:59Z |
|
| dc.date.available |
2026-09-15T04:35:59Z |
|
| dc.date.copyright |
Semua hak cipta dilindungi oleh INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI PALANGKA RAYA |
|
| dc.date.issued |
2020-11-30 |
|
| dc.identifier.uri |
https://isbn.perpusnas.go.id/Account/SearchBuku?searchTxt=978-602-74714-3-6&searchCat=ISBN |
|
| dc.identifier.uri |
https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/4107 |
|
| dc.description.abstract |
slam datang ke Indonesia sejak abad ke-13 melalui hubungan perdagangan antara pedagang Gujarat, India, dengan kerajaan Samudra Pasai. Kemudian berkembang pesat sampai dengan abad ke-17, di mana para sufi dan ulama memegang peranan besar. ISLAM - DAYAK
Islam hadir di bumi Borneo diperkirakan sekitar abad ke-15. Kehadiran Islam
di pulau terbesar ketiga di dunia ini merupakan proses pergulatan dalam
sejarah yang menarik karena berinteraksi dengan penduduk asli, yakni Suku
Dayak dengan adat istiadat, tradisi, dan kebudayaan yang ketat. Sebelum
Islam masuk pulau Borneo, penduduk aslinya, Suku Dayak, masih memeluk
agama lama atau agama setempat yang disebut Kaharingan.
Islam dapat hadir dan berkembang di tengah-tengah penduduk asli Kalimantan
tetap berada dan dipengaruhi saat kekuasaan atau kerajaan bernuansa Islam
berpihak kepadanya. Sementara peran tokoh lokal dalam kehadiran Islam juga
memiliki pengaruh yang signifikan.
Bagaimana relasi Islam – Dayak sejauh ini dan ke depan? Akankah tetap
harmonis? Ataukah ada sisi-sisi rawan tertentu yang berpotensi memicu
konflik dan meretakkan relasi keduanya menjadi disharmonis? |
|
| dc.publisher |
Lembaga Literasi Dayak |
|
| dc.title |
Relasi Islam-Dayak |
|
File dalam item ini
Item ini muncul di Koleksi berikut
Tampilkan catatan item sederhana