Lego-Lego As A Symbol Of Inter-Religious And Cultural In Alor Society

Publikasi Unusia

Lego-Lego As A Symbol Of Inter-Religious And Cultural In Alor Society

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.advisor
dc.contributor.author Rinto Hasiholan Hutapea, S.PAK., M.Th
dc.contributor.editor Rinto Hasiholan Hutapea, S.PAK., M.Th
dc.date.accessioned 2023-05-07T06:56:57Z
dc.date.available 2023-05-07T06:56:57Z
dc.date.copyright Semua hak cipta dilindungi oleh INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI PALANGKA RAYA
dc.date.issued 2020-06-28
dc.identifier.issn 1412-663X
dc.identifier.issn 2502-8472 (e)
dc.identifier.issn 2502-8472 (e)
dc.identifier.uri https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/516
dc.description.abstract Sebagai fenomena, Lego-lego mendefinisikan ideologi di kalangan masyarakat Alor. Legolego merupakan produk budaya berupa tarian dengan formasi melingkar diiringi nyanyian dan permainan alat musik tradisional seperti gong. Lego-lego diadakan pada ritual masyarakat Alor seperti membangun rumah adat, memanen, menyambut tamu, berkumpul bersama, perang dan perdamaian, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Lego-lego sebagai simbol antar agama dan budaya dalam masyarakat Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan a) sistem tanda antar agama dan budaya dalam Lego-lego terbagi menjadi makna tekstual dan intertekstual dimana makna mencakup tempat dan waktu serta persepsi Alorese. Struktur masyarakat yang seperti ini menjelaskan bahwa keterikatan seseorang sangat kuat dalam suatu kelompok orang. Meski begitu, konsep social bounding ini menjelaskan posisi agama sebagai identitas pribadi yang secara hierarkis terdegradasi dalam harmoni sosial. Degradasi unsur-unsur identitas pribadi dalam fenomena Lego-lego dapat dijelaskan sebagai berikut, degradasi bukan berarti identitas agama hilang atau diabaikan, melainkan bersinergi dengan unsur-unsur yang lebih dominan. Secara ringkas, konsep lintas agama dan budaya dalam Lego-lego didefinisikan dengan menggunakan sistem tanda dan diagram peristiwa budaya. Konsep agama di Alor telah menjadi bagian dari sikap kelompok yang bertumpu pada budaya dan dipersepsikan melalui wacana Lego-Lego. Kebaruan dalam penelitian ini adalah budaya Alor yang tercermin dalam Lego-lego telah menjadi landasan yang sangat kuat dengan antaragama sebagai salah satu unsurnya.
dc.language Inggris
dc.publisher INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI PALANGKA RAYA
dc.subject Lego-lego, Antar agama, Budaya
dc.title Lego-Lego As A Symbol Of Inter-Religious And Cultural In Alor Society
dc.type Harmoni


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1683442618298_S ... n Rinto Jurnal Harmoni.pdf 673.1Kb application/pdf Lihat / Buka File Publikasi Ilmiah Lego-Lego As A Symbol Of Inter-Religious And Cultural In Alor Society
1683442618819_Berupa link file 0byte application/octet-stream Lihat / Buka Plagiat Checker Lego-Lego As A Symbol Of Inter-Religious And Cultural In Alor Society

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya