|
Abstrak:
|
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai fasilitator pada sekolah inklusi di SDN 4 Palangka, serta mengidentifikasi kendala dan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan peran tersebut. Guru PAK memiliki tanggung jawab penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, adaptif, dan berlandaskan kasih, agar semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memperoleh kesempatan belajar yang setara dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAK, kepala sekolah, guru pendamping khusus, dan orang tua siswa ABK di SDN 4 Palangka. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK berperan sebagai fasilitator yang tidak hanya menyampaikan materi pelajaran agama, tetapi juga membimbing siswa dalam memahami nilai-nilai Kristiani seperti kasih, empati, dan toleransi melalui metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual. Guru berkolaborasi dengan guru pendamping untuk memastikan semua anak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kendala utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan pelatihan pendidikan inklusif, kurangnya fasilitas pendukung, serta rendahnya keterlibatan orang tua. Faktor penyebab kendala berasal dari aspek internal (kurangnya pengalaman dan pengetahuan guru tentang ABK) serta eksternal (minimnya dukungan kebijakan, dana, dan kolaborasi antar pihak). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PAK sebagai fasilitator di sekolah inklusi sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan yang humanis dan berkeadilan. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah, pemerintah, dan orang tua agar implementasi pendidikan inklusif dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Guru PAK, Fasilitator, Sekolah Inklusi, Anak Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Kristen. |