MERAJUT KERUKUNAN DALAM KEBERAGAMAN: PRAKSIS PANCASILA
Tampilkan catatan item lengkap
|
Judul:
|
MERAJUT KERUKUNAN DALAM KEBERAGAMAN: PRAKSIS PANCASILA |
|
Penulis:
|
CHRIS APANDIE,M.Pd
|
|
Abstrak:
|
Merajut kerukunan dalam keberagaman tidak akan mudah dengan berbagai tantangan yang selalu muncul dalam diri setiap warga negara Indonesia. Hal terkecil seperti tidak mampu menerima pendapat orang lain dalam suatu forum, atau cenderung mempertentangkan perbedaan, mencari-cari unsur yang tidak sama, hingga berujung pada konflik kekerasan. Penghayatan dalam setiap sila-sila Pancasila kerapkali dilupakan mengingat anggapan pada keberadaannya yang telah usang. Padahal sedianya nilai Pancasila tidak pernah terlepas dari jati diri bangsa Indonesia sejak berdirinya negara ini hingga sekarang. Moderasi beragama juga menjadi satu konsep baru yang sebenarnya telah lama tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Kerukunan dalam keberagaman dan moderasi beragama juga membawa warga negara pada sikap toleransi. Sebuah konsep dimana peaceful co-existence menjadi salah satu tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Konsep salad bowl dapat menjadi salah satu pilihan format baru bagi Indonesia untuk merajut kesadaran tentang kerukunan dalam keberagaman. Dalam semangkuk salad kita dapat menikmati beragam buah dan sayuran. Disamping itu harmoni multikultural sebagai praksis Pancasila dan estimasi dari konsep salad bowl dapat dikembangkan melalui beberapa strategi dari berbagai aspek. Komitmen sebagai seorang warga negara Indonesia selaiknya sudah satu paket dengan konsensus terhadap konsep keberagaman. Interaksi multikultural dapat menjadi suatu ukuran ketercapaian kerukunan dalam keberagaman. |
|
URI:
|
https://repository.iaknpky.ac.id/repo/handle/123456789/659
|
|
Tanggal:
|
2019-09-25 |
File dalam item ini
Item ini muncul di Koleksi berikut
Tampilkan catatan item lengkap